DAD IMM Pulang Pisau, Momentum Penguatan Kader untuk Hadirkan Solusi di Tengah Masyarakat

Oleh

Redaksi IMM Kalteng

Redaksi IMM Kalteng

Terbit

PULANG PISAU, IMMKALTENG.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pulang Pisau menggelar menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) di Gedung Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Daerah Pulang Pisau, 18-20 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau dan dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau, Sabtu (19/9/2026).

Mengangkat tema “Optimalisasi Peran Kader dalam Menjawab Tantangan Zaman”, kegiatan tersebut menjadi ruang pengaderan sekaligus proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas, keterampilan organisasi, serta kemampuan membaca persoalan masyarakat dan kondisi daerah.

Pembukaan DAD turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Kalimantan Tengah Aris Pratama Gunawan, perwakilan Polres Pulang Pisau dan Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, pengelola Kampus UMPR di Pulang Pisau, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, serta sejumlah organisasi otonom dan lembaga persyarikatan, di antaranya Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Badan Pengurus Lazismu Pulang Pisau.

Ketua Umum PC IMM Pulang Pisau, Muhammad Syahrial Adri, mengatakan pelaksanaan pengaderan di Pulang Pisau memiliki tantangan tersendiri karena daerah ini belum memiliki perguruan tinggi untuk kelas reguler. Kondisi ini membuat pola pengaderan dan gerakan IMM perlu menyesuaikan dengan situasi daerah.

Meski demikian, menurut Syahrial, masih adanya mahasiswa yang tertarik untuk aktif dalam IMM merupakan hal yang patut diapresiasi.

“Dengan lingkungan dan situasi yang berbeda, ada hal yang patut diapresiasi, yaitu teman-teman mahasiswa hari ini masih ada rasa tertarik untuk aktif di dalam kegiatan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” ujarnya.

Syahrial menilai organisasi menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman sekaligus mengembangkan keterampilan sebagai bekal sebelum terjun ke masyarakat. Karena itu, keterbatasan kondisi daerah tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti berproses.

Sementara itu, Ketua PDM Pulang Pisau Najmuddin, S.Ag., M.H., yang membuka kegiatan DAD, mengapresiasi pelaksanaan pengaderan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan.

Najmuddin secara khusus mengapresiasi kepada IMM yang dapat menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bela di tengah kesibukannya.

Menurut Najmuddin, pengalaman merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Karena itu, peserta DAD diminta tidak menganggap materi dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan hanya bermanfaat untuk saat ini.

“Pengalaman adalah sesuatu yang bisa membuat kita lebih baik, mungkin tidak untuk hari ini, tetapi bisa jadi di masa mendatang kita akan merasakan manfaatnya” ujarnya.

Najmuddin kemudian mendorong IMM agar tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi mulai membangun kerja sama dan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu contoh yang disinggung Najmuddin. Di tengah kondisi kabut asap yang terjadi, ia mengajak mahasiswa tidak hanya membicarakan persoalan, tetapi ikut memikirkan langkah yang dapat membantu masyarakat.

“Sekarang kita perlu solusi. Kita mencari solusi dari persoalan-persoalan yang ada. Tidak perlu kita menyalahkan, kita cari solusi bersama,” katanya.

Dalam sambutannya, Najmuddin juga menekankan bahwa mengikuti DAD tidak serta merta menjadikan seseorang sebagai warga Muhammadiyah. Mahasiswa yang kuliah di Universitas Muhammadiyah sangat beragam, bukan hanya Islam, tetapi ada juga yang beragama Kristen, Katolik dan Hindu.

“Mengikuti Darul Arqam Dasar itu tidak harus kemudian menjadikan anda sebagai orang Muhammadiyah. Tapi paling tidak, dari Darul Arqam Dasar ini bisa mengenalkan bahwa inilah Muhammadiyah, beginilah Muhammadiyah, ini cita-cita dasar Muhammadiyah,” katanya.

Menutup sambutannya, Najmuddin berharap DAD dapat menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkuat pemahaman organisasi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat dengan gagasan, kolaborasi, dan solusi atas persoalan yang dihadapi daerah. (B)

Redaksi IMM Kalteng

Redaksi IMM Kalteng

Artikel Penulis

Pos Terkait

Tinggalkan komentar