PALANGKA RAYA, IMMKALTENG.ID – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Tengah (DPD IMM Kalteng) menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam respons kemanusiaan menghadapi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan IMM Kalteng dalam gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR) bersama Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, serta unsur relawan Muhammadiyah lainnya dalam Pos Komando dan Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Siaga/Tanggap Darurat Karhutla Kalimantan Tengah.
Ketua Umum DPD IMM Kalteng, Aris Pratama Gunawan, menyampaikan bahwa kondisi Karhutla dan kabut asap di Kalteng membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“IMM Kalteng siap mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan Muhammadiyah melalui One Muhammadiyah One Response. Bagi kami, kader IMM harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Aris menambahkan, keterlibatan IMM akan diarahkan pada aksi-aksi yang sesuai dengan kapasitas kader dan tetap mengedepankan keselamatan serta koordinasi dengan komando penanganan bencana.
“IMM tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus bergerak dalam satu koordinasi bersama MDMC, Lazismu, pemerintah, BPBD, dan seluruh unsur terkait. Prinsipnya adalah satu Muhammadiyah, satu respons, dan satu gerakan kemanusiaan,” tegasnya.
IMM Kalteng akan memperkuat respons tersebut melalui pengerahan kader dan jaringan IMM di berbagai daerah, terutama dalam kegiatan edukasi dan kampanye pencegahan Karhutla, distribusi bantuan dan perlengkapan perlindungan, dukungan terhadap kelompok rentan, pengumpulan informasi lapangan, serta kegiatan sosial kemanusiaan sesuai kebutuhan Poskor.
DPD IMM Kalteng juga mengimbau seluruh kader IMM se-Kalteng untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan, menggunakan alat pelindung diri ketika berada di wilayah terdampak kabut asap, serta tidak melakukan tindakan pemadaman secara mandiri apabila kondisi membahayakan keselamatan.
“Kami mengajak seluruh kader IMM Kalteng untuk menjadikan momentum ini sebagai ruang pengabdian. Mari bergerak bersama, membantu sesuai kemampuan, menjaga keselamatan, dan memperkuat solidaritas kemanusiaan. Kita ingin memastikan bahwa Muhammadiyah hadir dan IMM menjadi bagian dari kehadiran tersebut,” tutup Aris. (AF)







Tinggalkan komentar