PALANGKA RAYA, IMMKALTENG.ID – Bencana kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memicu keprihatinan dari berbagai pihak terhadap kesehatan kelompok rentan, terutama anak-anak. Merespons kondisi udara yang kian memburuk, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Seribu Senyum menyalurkan bantuan berupa masker, madu, multivitamin, susu untuk guru dan pelajar di tiga sekolah Muhammadiyah, yakni SMP Muhammadiyah Palangka Raya, SD Muhammadiyah 2 Palangka Raya, dan SD Muhammadiyah Pahandut, Jumat (2/10/2026).
Ketua Umum DPD IMM Kalteng, Aris Pratama Gunawan menyampaikan bahwa pembagian masker dan nutrisi ini merupakan bentuk keprihatinan mendalam atas risiko kesehatan yang dihadapi anak-anak yang beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan di tengah kepungan asap.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi udara saat ini yang mengancam kesehatan anak-anak kita. Oleh karena itu, kami turun langsung untuk mendistribusikan bantuan ini, mengingat siswa tidak berada di sekolah, penyaluran bantuan dilakukan dengan metode penyesuaian. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Seribu Senyum yang telah mengirimkan bantuannya dan bersinergi bersama kami untuk anak-anak sekolah di Palangka Raya,” ungkapnya.
Kondisi udara di Palangka Raya saat ini memang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Muhammad Syairi Abdullah, S.Pd., Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Palangka Raya, menjelaskan bahwa ketebalan kabut asap berdampak langsung pada kebijakan sekolah.
“Kabut asap di Palangka Raya akhir-akhir ini semakin tebal dan jarak pandang mulai terbatas. Udara di luar sudah sangat tidak sehat, sehingga mengharuskan anak-anak untuk kembali mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing demi keselamatan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Indra, S.Pd., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Palangka Raya, memaparkan teknis pembagian bantuan tersebut agar tetap tepat sasaran.
“Karena saat ini aktivitas belajar anak-anak sedang di rumah, bantuan masker dan susu ini tidak bisa kami bagikan langsung ke siswa. Bantuan ini akan kami salurkan secara bertahap melalui orang tua yang datang ke sekolah untuk mengambilnya,” tuturnya.
Kehadiran bantuan di tengah bencana kabut asap ini disambut dengan sangat baik. Sandra Aryani K.N., S.Pd., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Pahandut, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kemanusiaan tersebut.
“Mewakili pihak sekolah, orang tua, dan anak-anak didik kami, saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman mahasiswa IMM Kalteng dan Yayasan Seribu Senyum. Bantuan masker dan asupan nutrisi ini sangat berharga untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak kami dari ancaman penyakit pernapasan,” pungkasnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi para pelajar, sembari berharap bencana kabut asap di wilayah Kalimantan Tengah dapat segera mereda. (FDS)







Tinggalkan komentar