Peduli Karhutla, IMM Kota Palangka Raya Bagikan 1.000 Masker kepada Pengguna Jalan

Oleh

Redaksi IMM Kalteng

Redaksi IMM Kalteng

Terbit

PALANGKA RAYA, IMMKALTENG.ID – Respons cepat terhadap memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digalakkan. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Palangka Raya menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi sosial tersebut diwujudkan dengan membagikan masker, vitamin, dan madu secara langsung kepada pengguna jalan, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di pertigaan lampu merah depan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Program ini merupakan bentuk kolaborasi PC IMM Kota Palangka Raya bersama DPD IMM Kalimantan Tengah dan Seribu Senyum.

Kader IMM Kota Palangka Raya turun langsung ke jalan dengan mengenakan jas merah IMM. Mereka menyapa para pengendara dan membagikan 1.000 masker, 500 vitamin, dan 500 sachet madus sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.

Ketua Umum PC IMM Kota Palangka Raya, M. Irwan Alfaridzi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan ikhtiar sederhana untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak kabut asap.

“Kabut asap karhutla bukan cuma soal langit yang buram, tapi soal napas warga yang terganggu. Pengguna jalan paling lama terpapar, jadi kami memilih turun langsung dan membagikan masker,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah persoalan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi. PC IMM Kota Palangka Raya tidak ingin kepedulian terhadap persoalan karhutla hanya berhenti pada diskusi, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi implementasi prinsip “ilmu amaliah, amal ilmiah” yang menjadi salah satu semangat kader IMM dalam mengaktualisasikan pengetahuan dan gerakan di tengah masyarakat.

“Bagi kami, kegiatan ini adalah wujud dari prinsip ‘ilmu amaliah, amal ilmiah’. Ilmu amaliah berarti ilmu yang kami pelajari di kampus dan di forum-forum IMM harus diamalkan, tidak berhenti di ruang diskusi. Amal ilmiah berarti setiap yang kami kerjakan harus berdasar ilmu, bukan sekadar semangat,” jelasnya.

Ia berharap aksi tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk turut mengambil peran dalam menghadapi dampak karhutla.

“Semoga aksi kecil ini menjadi bagian dari semangat Fastabiqul Khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan mendorong lebih banyak pihak ikut peduli,” pungkas M. Irwan Alfaridzi.

Melalui program Peduli Karhutla, PC IMM Kota Palangka Raya menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya hadir dalam ruang akademik dan diskusi, tetapi juga berupaya memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kader IMM terhadap persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya. (AM)

Redaksi IMM Kalteng

Redaksi IMM Kalteng

Artikel Penulis

Pos Terkait

Tinggalkan komentar