PULANG PISAU, IMMKALTENG.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kapuas dan PC IMM Pulang Pisau menggelar Masa Ta’aruf (Masta) secara gabungan sebagai langkah awal memperkenalkan IMM kepada mahasiswa baru sekaligus mempererat silaturahmi dan membangun kolaborasi antarkader dari kedua cabang, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa baru dari empat fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Sosial, Politik, dan Administrasi Komunikasi (FISIPADKOM), Fakultas Bisnis dan Teknologi Informasi (FBIT), serta Fakultas Hukum (FH) yang berasal dari daerah Kapuas dan Pulang Pisau.
Ketua Umum PC IMM Kapuas, Nurul Husna, mengatakan kegiatan Masta tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan IMM secara umum, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal nilai-nilai organisasi serta mengembangkan potensi diri.
“Tujuan utamanya tentu untuk mengenalkan IMM kepada mahasiswa baru, mulai dari apa itu IMM, nilai-nilai yang dibawa, sampai bagaimana IMM dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Selain itu, kami juga ingin membangun kedekatan dan silaturahmi antara mahasiswa baru, kader, serta pimpinan IMM dari Kapuas dan Pulang Pisau,” ujar Nurul Husna.
Menurutnya, pelaksanaan Masta secara gabungan menjadi kesempatan bagi kedua cabang untuk membangun hubungan dan membuka peluang kolaborasi. Kedekatan wilayah antara Kapuas dan Pulang Pisau dinilai menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bersama.
“Kami melihat ada banyak hal yang bisa dilakukan bersama. Kapuas dan Pulang Pisau juga memiliki kedekatan secara wilayah, sehingga kami ingin membangun kolaborasi sejak awal. Menurut kami, kegiatan seperti ini akan lebih menarik ketika kita bisa saling bertemu, bertukar pengalaman, dan membangun relasi antarkader dari dua cabang,” jelasnya.
Sementara itu, Muhamad Syahrial Adri, Ketua Umum PC IMM Pulang Pisau menjelaskan bahwa panitia menyiapkan tiga materi utama dalam kegiatan tersebut, yaitu Kemuhammadiyahan, pengenalan kampus, dan ke-IMM-an. Materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman dasar kepada mahasiswa baru mengenai nilai-nilai keislaman, lingkungan kampus, serta organisasi IMM.
“Ada tiga materi utama, yaitu Kemuhammadiyahan, pengenalan kampus, dan terakhir ke-IMM-an. Agar acara tetap menarik dan tidak membosankan, sebelum hari pelaksanaan Masta dimulai, kami sudah membagi peserta ke dalam beberapa kelompok dan meminta mereka menyiapkan yel-yel serta pentas seni,” ujar Syahrial.
Dalam pelaksanaannya, koordinasi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi panitia karena kegiatan melibatkan dua pimpinan cabang. Penyamaan waktu, konsep kegiatan, pembagian tugas, hingga berbagai persiapan teknis harus dikomunikasikan bersama. Meski demikian, proses tersebut justru menjadi pengalaman tersendiri bagi panitia dalam membangun kerja sama antarcabang.
“Tantangannya lebih kepada koordinasi karena kami melibatkan dua cabang. Jadi, harus menyamakan waktu, konsep kegiatan, pembagian tugas, dan berbagai persiapan lainnya. Namun, alhamdulillah, semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik. Justru dari proses itu kami belajar bagaimana bekerja sama dan menyatukan dua pihak dengan kondisi yang berbeda,” kata Syahrial.
Kedua ketua umum tersebut menilai antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung cukup baik. Peserta dinilai aktif mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, terutama dalam sesi diskusi, permainan, dan berbagi pengalaman.
“Alhamdulillah, sejauh kegiatan berlangsung, antusiasme peserta cukup baik. Mereka cukup aktif mengikuti kegiatan, terutama ketika sesi diskusi, permainan, dan berbagi pengalaman. Kami memang berusaha membuat suasananya tidak terlalu formal supaya mahasiswa baru merasa nyaman dan tidak sungkan untuk berinteraksi,” ungkap Syahrial dan Nurul Husna.
Reporter: Nur Fuady







Tinggalkan komentar