Kader Berkemajuan Untuk Negeri: IMM Sebagai Agen Perubahan Sosial di Bumi Tambun Bungai

Oleh

Redaksi IMM Kalteng

Redaksi IMM Kalteng

Terbit

Oleh: Elisa Dian Puspita Sari*

Kalimantan Tengah yang dikenal dengan julukan Bumi Tambun Bungai, memiliki sejarah dan budaya yang kaya dari Suku Dayak sebagai penduduk asli daerah ini. Julukan Bumi Tambun Bungai diambil dari dwitunggal pahlawan yang sangat terkenal dalam sejarah suku Dayak Kalimantan, yaitu Tambun dan Bungai, yang merupakan tokoh legendaris suku Dayak. Kalimantan Tengah mempunyai semboyan “Isen Mulang” yang artinya “Pantang Mundur”, yang diartikan sebagai generasi muda harus mempunyai semangat perjuangan para pendahulu untuk membangun Bumi Tambun Bungai yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai organisasi kemahasiswaan yang mengusung nilai-nilai Islam berkemajuan, memiliki potensi strategis untuk menjadi agen perubahan sosial di Bumi Tambun Bungai. Keberadaan IMM tidak hanya sebatas organisasi mahasiswa, melainkan sebagai wadah pembentukan kader-kader perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman progresif dengan kearifan lokal untuk mencapai kemajuan bersama.

Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 153.564 km² dan kekayaan alam yang melimpah menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks. Berdasarkan data statistik pendidikan terbaru, kondisi pendidikan di Kalimantan Tengah masih memerlukan perhatian khusus terutama dalam hal pemerataan akses dan kualitas. Dalam konteks inilah IMM dapat mengambil peran sebagai katalisator perubahan yang menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan.

Semangat “Isen Mulang” atau “Pantang Mundur” yang menjadi filosofi masyarakat Kalimantan Tengah sejalan dengan prinsip-prinsip yang dianut IMM sebagai gerakan berkemajuan. Kader IMM diharapkan dapat mengadopsi semangat pantang menyerah ini dalam setiap upaya transformasi sosial yang dilakukan.

Nilai-nilai lokal “Isen Mulang” dapat diintegrasikan dengan prinsip-prinsip Islam yang progresif melalui program pembinaan kader IMM yang berjenjang dari pelatihan dasar hingga pelatihan tinggi. Kader yang memahami dan menghargai kearifan lokal dan memiliki komitmen religius yang kuat dapat dihasilkan jika kedua nilai ini digabungkan.

IMM sebagai Gerakan Transformasi Sosial

Implementasi semangat “Isen Mulang” dalam gerakan IMM dapat diwujudkan melalui konsistensi dalam menjalankan program-program transformasi sosial, ketahanan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah, dan komitmen jangka panjang untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Bumi Tambun Bungai.

  1. Potensi Transformasi di Bidang Pendidikan

Potensi perubahan di bidang pendidikan: Kondisi geografis yang luas dan distribusi penduduk yang tidak merata di Kalimantan Tengah menjadi tantangan tersendiri untuk memberikan pendidikan berkualitas. IMM memiliki peluang besar untuk membangun inisiatif kreatif yang dapat mencapai daerah terpencil.

Program pendampingan pendidikan yang dapat dikembangkan IMM meliputi bimbingan belajar untuk siswa-siswa di daerah terpinggir, pelatihan guru-guru lokal, dan pengembangan metode pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi sederhana dengan kearifan lokal. Mengingat keberagaman sub etnis Suku Dayak yang terdapat di Kalimantan Tengah seperti Dayak Ngaju, Bakumpai, Ma’anyan, Ot Danum, Siang, Murung, Taboyan, Lawangan, dan Dusun, program pendidikan perlu dirancang dengan pendekatan multikultural yang menghormati keragaman tersebut.

Kader IMM dapat berperan sebagai fasilitator dalam program literasi digital untuk masyarakat pedesaan, mengingat pentingnya adaptasi teknologi dalam era globalisasi. Program beasiswa dan pembinaan karakter bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu juga dapat menjadi fokus pengembangan, dengan harapan mereka dapat melanjutkan estafet pembangunan daerah.

Kader IMM berperan sentral sebagai fasilitator dalam program literasi digital fungsional untuk masyarakat pedesaan. Realisasi ini tidak hanya terbatas pada pengenalan smartphone, melainkan fokus pada literasi digital produktif; misalnya, mengajarkan siswa membuat konten edukasi sederhana (video atau poster digital) sebagai pengganti tugas makalah tradisional. Selain itu, program beasiswa dan pembinaan karakter bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu menjadi fokus pengembangan. Realisasi di kehidupan nyata yang dapat dilakukan organisasi mahasiswa di desa terpencil meliputi: (1) “Pojok Belajar Mandiri” yang didirikan di Balai Desa dengan jadwal rutin dan menyediakan koneksi internet terbatas untuk riset beasiswa; (2) “Kelas Kreatif Sederhana” menggunakan aplikasi gratis di ponsel untuk melatih keterampilan pemasaran digital bagi remaja desa; (3) “Program Kakak Asuh Kampus” yang menghubungkan satu kader mahasiswa dengan satu siswa SMA melalui komunikasi rutin via chat untuk memotivasi dan memberikan informasi beasiswa secara personal, dengan harapan mereka dapat melanjutkan estafet pembangunan daerah.

  1. Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Suku Dayak dikenal dengan “Rumah Betang”, sebuah rumah besar di mana beberapa keluarga tinggal bersama-sama secara turun-temurun, dan hubungan keluarga yang erat menjadi kunci keberlangsungan budaya unik ini. Modal sosial dalam program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan oleh IMM dapat berasal dari sistem kekerabatan dan gotong royong yang kuat ini. IMM dapat mengembangkan program pemberdayaan ekonomi yang memanfaatkan hasil hutan nonkayu, kerajinan tradisional Dayak, dan produk pertanian lokal. Ada kemungkinan bahwa program pendampingan UMKM yang menggabungkan nilai-nilai syariah dengan metode ekonomi tradisional suku Dayak dapat menghasilkan model ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadaban. Untuk menindaklanjuti masalah ini secara nyata, IMM merancang program aksi yang spesifik menyasar akar masalah di Kalimantan Tengah:

  1. Program “Jejaring Pemasar Syariah Betang”: Ini adalah pelatihan dan pendampingan kolektif (sesuai semangat Rumah Betang) tentang digital marketing dan pembiayaan syariah mikro, yang tujuannya adalah memotong mata rantai tengkulak. Kader akan membantu masyarakat membentuk kelompok usaha kecil dan memasarkan produk olahan (misalnya, rotan yang dianyam menjadi produk dekorasi modern, atau madu yang dikemas higienis) langsung ke pasar kota besar melalui platform daring.
  2. Pelatihan “Pengolahan Nilai Tambah Lokal”: Berkolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) atau perguruan tinggi setempat, IMM memfasilitasi pelatihan pengolahan pascapanen. Misalnya, mengubah hasil pertanian menjadi produk olahan bernilai jual tinggi (manisan, keripik) atau pelatihan pengemasan modern, sehingga keuntungan tidak hanya didapatkan dari bahan mentah. Dengan langkah-langkah ini, IMM membantu mentransformasi modal sosial Dayak menjadi modal ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.
  1. Pelestarian Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

Program edukasi lingkungan yang dapat dikembangkan meliputi kampanye pencegahan kebakaran hutan dan gambut, pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas, dan pengembangan teknologi ramah lingkungan sederhana. Mengingat Kalimantan Tengah memiliki kekayaan tak ternilai berupa ragam Bahasa Dayak dan kearifan lokal yang hidup dalam setiap tutur kata, program pelestarian lingkungan perlu mengintegrasikan pengetahuan tradisional Dayak tentang pengelolaan alam.

Kader IMM dapat berperan sebagai agen perubahan dalam mengkampanyekan gaya hidup berkelanjutan di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Program penanaman pohon, konservasi sumber daya air, dan pengembangan energi alternatif sederhana dapat menjadi wujud nyata kontribusi IMM terhadap pelestarian Bumi Tambun Bungai.

  1. Strategi Implementasi Berkelanjutan

IMM Kalimantan Tengah perlu mengembangkan strategi implementasi yang realistis dan berkelanjutan jika mereka ingin menjadi motor transformasi sosial. Keberhasilan bergantung pada kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat, seperti pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, tokoh adat Dayak, dan industri. Mengembangkan jaringan kemitraan dengan perguruan tinggi di Kalimantan Tengah dapat membantu IMM membuat program yang berbasis data dan riset. Kolaborasi dengan pemimpin daerah Muhammadiyah juga dapat memberikan dukungan kelembagaan dan sumber daya yang diperlukan. IMM harus membuat sistem monitoring dan evaluasi yang efektif dengan indikator keberhasilan. Hasil program dapat didokumentasikan dan dipublikasikan untuk menjadi pelajaran berharga dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

  1. Tantangan dan Peluang ke Depan

Era digitalisasi dan globalisasi membuka peluang besar bagi IMM untuk mengembangkan program-program inovatif yang memanfaatkan teknologi. Platform digital dapat digunakan untuk memperluas jangkauan program sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bumi Tambun Bungai kepada dunia luar.

Penutup

IMM di Bumi Tambun Bungai memiliki potensi luar biasa sebagai agen perubahan sosial. Dengan memadukan semangat “Isen Mulang” filosofi pantang mundur dengan nilai-nilai Islam berkemajuan dan kearifan lokal, IMM bisa menjadi agen perubahan yang berkelanjutan. Maka, keberhasilan IMM akan sangat  bergantung pada konsistensi dan kreativitas para kadernya. Dengan terus beradaptasi dan berpegang teguh pada prinsipnya, IMM tidak hanya menjadi organisasi mahasiswa biasa, melainkan benar-benar menjadi kader berkemajuan yang siap membawa kemajuan bagi Kalimantan Tengah dan seluruh Indonesia.

*PK IMM Buya Hamka/ Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palangka Raya

Redaksi IMM Kalteng

Redaksi IMM Kalteng

Artikel Penulis

Pos Terkait

Tinggalkan komentar